Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2016

2016

2016 akan berakhir dalam hitungan jam, and let me tell you how I feel about it.

Saya termasuk orang yang selalu semangat menanti datangnya tahun yang baru. Resolusi baru, semangat baru serta rasa penasaran atas apa yang akan kita alami selama setahun ke depan. But, I’ve never been more excited than now.

2016 bukanlah tahun terbaik dalam hidup saya. Might as well call it the worst year of my life. Terlalu banyak kejadian kurang baik (dan sangat buruk) yang terjadi tahun ini. Sesederhana sering nabrak tembok rumah yang bertahun-tahun ada disitu, keseleo berkali-kali dalam seminggu, hampir diculik tukang ojek sampai menjadi korban penipuan. The worst of ’em all: Dad’s health condition.

Saya memang termasuk orang yang sensitif, terharu sedikit gampang menitikan air mata (alias cengeng), tapi kayaknya saya belum pernah menangis sebanyak saya menangis di tahun 2016. Luar biasa yahhh hehe. Itulah kenapa saya selalu menjalani hari-hari di tahun 2016 hanya dengan harapan 2017 akan segera datang.

Saya sempat bertanya-tanya, apa yang bisa menutupi semua kejadian buruk di tahun 2016?

Jawaban atas pertanyaan itu, sudah saya temukan beberapa hari yang lalu, setelah mendengarkan kata-kata seorang teman yang baru saya kenal akhir tahun ini.

I said I absolutely have no luck whatsoever this year. Saya juga bilang hidup kurang menyenangkan setahun belakangan. But he calmly said, “life is happiness.” Dia tiba-tiba juga bertanya, apa yang saya pikirkan tentang perkenalan saya dengan dia, because he said that for him, it’s a luck.

I feel embarrassed to be honest.

Maka selama dua hari belakangan ini saya berpikir, bahwa betapapun banyaknya kejadian buruk yang menimpa saya tahun ini, saya juga bertemu banyak orang-orang baik dan hebat di tahun 2016. 2016 diawali dengan saya menjadi korban penipuan, namun melalui kejadian tersebut, saya bertemu dengan orang-orang hebat yang selalu semangat memperjuangkan hak-hak mereka dan keluarga mereka, termasuk guru-guru saya, pak Kris dan Mr. Timothy. Sepanjang tahun 2016, saya juga bertemu dengan teman-teman dari negara Korea: Hyukjae (my korean neighbor), Hansol, Juseong Oppa, Im Eonnie, Myeongseong Uncle, Byeongcheol Uncle, termasuk the life-is-happiness man: Seokhwan Oppa. Saya juga banyak bertemu dengan teman-teman lama yang sempat hilang kontak.

Pada intinya sih, 2016 tetap the worst year dalam 24 tahun saya. Tapi, bukan berarti tidak ada kebahagiaan sama sekali. Karena life is happiness. 

Bye, 2016. Glad I will never see you again 🙂

NB: Semoga 2017 lebih baik lagi, aamiin.

Read Full Post »